Blognya Triunt

Kerabat KOTAK Solo

Tentang Solo jika Melihat Jogja

solo jogja
Sebagai dua kota yang bertetangga dan saling bersinergi, Solo dan Jogja yang notabene merupakan bekas wilayah kerajaan Mataran Islam ini mulai terjadi beberapa persaingan, meskipun diantara dua kota ini memiliki spek berbeda dalam berkembang, namun kenyataannya dalam beberapa bagian memang benar terjadi persaingan.

misalnya Jogja yang lebih unggul dalam bidang pendidikan dan pariwisata serta Solo yang lebih unggul dalam industri dan perdagangan, saat ini keadaan itu sudah mulai berubah, misalnya perkembangan baru Solo yang kian yang saat ini giat meningkatkan promosi pariwisatanya, lihat saja beberapa revitalisasi2 yang dilakukan pemkot Solo, seperti Balekambang, Kalianyar, Jurug, serta pembangunan lokasi-lokasi kunjungan baru seperti Slamet Riyadi Ciwalk, dan Gladag Langen Bogan, sehingga gairah pariwisata Solo mulai menggeliat, meski keunggulan Jogja dibidang Pendidikan tentu tidak mampu disaingi oleh Solo ternyata Solo mampu memanfaatkan celah dengan menarik wisatawan yang berkunjung ke Jogja untuk sejenak singgah di Solo, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam bagian ini, ternyata Solo memiliki lebih banyak Bank Internasional di banding Jogja, lihat Saja NBC, Standard Chartered, serta HSBC, sedangkan sampai berita ini ditulis menurut riset saya Jogja hanya ada Commonwealth Bank (Kalau salah silakan dikoreksi).

Selain itu Solo lebih seru untuk dijadikan tempat belanja, soalnya urat nadi perdagangan di Jateng dan DIY adalah di Solo tepatnya Klewer, ditunjang lagi PGS (pusat Grosir Solo), yang paling tidak Solo bisa dijadikan tempat belanja oleh-oleh oleh para wisatawan.

Dari segi pembangunan Solo justru semakin ramai, lihat aja 4 Megaproyek dibangun di Solo, yakni Ibis Hotel**, Solo Center Point, Kusuma Mulia Tower serta Superblok Solo Paragon, hal ini sedikit banyak memberikan peluang perputaran uang lebih banyak lagi di Solo, mengingat Solo merupakan pusat industri dimana beberapa bisnisman dari luar kota memanfaatkan hotel sebagai tempat inap.

Dan meskipun perkembangan Solo begitu pesat ternyata budaya setempat tak lantas hilang, salah satu kekaguman saya terhadap budaya Jawa adalah Font Jawa yang artistik, dan saat ini penggunaan aksara Jawa menjadi tren baru bagi nama kantor instansi pemerintah yang saat juga diikuti oleh lembaga dan perusaah swarta di Solo, sehingga Solo terasa lebih berbudaya.

Tetapi meskipun perkembangan Solo begitu mengesankan, tak semestinya kita terlalu berbangga, karena kita bersama kota tetangga (Jogja dan Semarang) seharusnya semakin bersinergi dan bersaing secara sehat, sehingga perekonomian Jateng dan DIY meningkat, yang tentu saja berbuntut meningkatkan perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: